Hardwareholic – Pameran METAEDU Smart Education saat ini diselenggarakan pada Smart City Summit & Expo ke-11 yang berlangsung pada 19/3/2024 hingga 22/3/2024. Sebagai acara kota pintar terlengkap di Asia, Smart City Summit & Expo akan menampilkan – selain METAEDU – lebih dari 60 produsen perangkat lunak dan perangkat keras industri pendidikan pintar Taiwan lainnya akan memamerkan kemampuan mereka di pameran hybrid online dan offline.

Indonesia sebagai delegasi yang ikut ambil bangian di dalam AI Education Summit tahun ini Mengambil judul “Metaverse Development & Artificial Intelligence in Indonesia”, Dr. Gatot Hari Priowirjanto membagikan perihal perkembangan metaverse dan AI generatif (generative AI) dalam membantu pendidikan di tanah air. Secara lebih spesifik, Dr. Gatot Hari Priowirjanto menyebutkan metaverse bisa membantu para guru dan murid dari berbagai sekolah untuk berkolaborasi perihal pembelajaran, sedangkan AI generatif bisa membantu siswa dalam belajar.

Perihal AI generatif, yang dibagikan adalah GEMA-GPT. GEMA-GPT adalah aplikasi yang dikembangkan memanfaatkan ChatGPT dengan penambahan basis data dari Dr. Gatot Hari Priowirjanto dan tim. Terdapat sejumlah area yang menjadi andalan GEMA-GPT — sesuai dengan penambahan basis data, antara lain technopreneur, hukum, perikanan, STEM (sciencetechnologyengineeringand mathematics — sains, teknologi, rekayasa, dan matematika), otomotif, serta kakao.

Dr. Gatot Hari Priowirjanto, Managing Director SEAMEO Indonesia Centre, menyoroti pentingnya peran AI dalam angkatan kerja di masa depan. Beliau menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar fasih dalam teknologi AI sejak usia muda untuk menjembatani kesenjangan digital dan memastikan mereka dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk pasar kerja di masa depan

Dengan GEMA-GPT pengajar hukum misalnya bisa bertanya dan mendapatkan informasi terkini mengenai suatu aturan hukum. Begitu pula pengajar dan siswa perikanan contohnya bisa bertanya ke GEMA-GPT dan beroleh informasi mengenai cara mempersiapkan ikan lele dengan biaya yang hemat. Melalui AI generatif, Dr. Gatot Hari Priowirjanto menilai berbagi praktik terbaik (best practices) bisa dilakukan dengan lebih efisien. Bahkan, ia meyakini waktu yang diperlukan untuk lulus sekolah kejuruan plus sekolah tinggi (D4) bisa dipersingkat dengan AI generatif tanpa menurunkan kompetensi: dari 7 tahun (3 tahun + 4 tahun) menjadi 3 sampai 4 tahun.

Sementara, metaverse diyakini bisa menjadi solusi akan kondisi Indonesia yang memiliki sekolah yang tersebar di ribuan pulau. Tentunya tidak mudah untuk mengumpulkan para guru dan murid dari berbagai sekolah yang tersebar itu ke satu tempat untuk berkolaborasi. Dengan metaverse: kumpulan ruang virtual, para guru dan murid dari aneka lokasi bisa berkumpul dengan mudah dan hemat biaya untuk kemudian mendapatkan pembaruan terkini, meningkatkan keahlian, berbagi pengetahuan, mengunjungi pameran yang digelar, melihat fasilitas sekolah, dan lainnya