Hardwareholic – Industri teknologi kembali diguncang oleh langkah besar dari Arm. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai raja desain chip akhirnya mengambil langkah berani dengan meluncurkan produk CPU mereka sendiri yang diberi nama Arm AGI CPU. Ini bukan sekadar peluncuran produk baru, tapi bisa dibilang sebagai titik balik strategi Arm dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin masif.
Selama bertahun-tahun, Arm bermain di balik layar sebagai penyedia arsitektur yang digunakan oleh berbagai perusahaan besar, mulai dari smartphone hingga server. Namun kali ini berbeda. Arm tidak lagi hanya menyediakan desain, melainkan langsung masuk ke arena sebagai pemain utama yang menghadirkan solusi CPU end-to-end untuk data center modern.
Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Dunia saat ini sedang memasuki fase baru AI, di mana kebutuhan komputasi tidak lagi sekadar tinggi, tetapi juga harus efisien, scalable, dan mampu menangani workload paralel dalam jumlah besar secara terus menerus.
Dirancang Khusus untuk Era Baru AI yang Lebih Kompleks
Arm AGI CPU hadir bukan sebagai CPU server biasa. Prosesor ini dirancang dari awal untuk menghadapi kebutuhan AI generasi baru yang sering disebut sebagai agentic AI. Berbeda dengan AI konvensional, agentic AI mampu menjalankan tugas secara mandiri, membuat keputusan, hingga menjalankan banyak proses secara paralel dalam skala besar.
Untuk mendukung hal tersebut, Arm membekali AGI CPU dengan hingga 136 core berbasis arsitektur Neoverse V3. Arsitektur ini sudah mengusung Armv9.2 yang mendukung berbagai instruksi penting untuk AI seperti bfloat16 dan INT8, yang sangat krusial dalam proses inference dan efisiensi komputasi.
Setiap core juga dilengkapi cache L2 sebesar 2MB, yang membuat total cache menjadi sangat besar dan membantu menjaga performa tetap stabil saat menangani workload berat. Selain itu, tersedia juga system-level cache hingga 128MB yang berfungsi untuk mengurangi bottleneck saat data harus diakses secara cepat oleh banyak core sekaligus.
Kecepatan clock yang ditawarkan juga tidak main-main, berada di kisaran 3.5 GHz hingga 3.7 GHz, dengan konsumsi daya sekitar 300W. Angka ini menunjukkan bahwa Arm tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga tetap serius dalam urusan performa mentah.































