Silikon “Hawk Point” secara fisik tidak mendukung PCI-Express Gen 5, sehingga ketika dipasang pada motherboard Socket AM5, slot x16 dan M.2 PCIe Gen 5 pada motherboard akan berjalan dalam mode PCIe Gen 4. Selain itu, karena “Hawk Point” hanya memiliki 24 jalur PCIe pada CPU, salah satu slot M.2 NVMe akan dinonaktifkan bila motherboard memiliki dua slot M.2 NVMe.
APU Ryzen 5 8500G dan Ryzen 3 8300G memiliki hal yang cukup menarik dibandingkan dua APU sebelumnya. Kedua APU ini tidak memakai silikon “Hawk Point” berukuran 178 mm², melainkan “Phoenix 2” yang berukuran lebih kecil, yaitu 137 mm². Sebagai contoh, APU Ryzen 5 8500G secara fisik memiliki CPU 6-core, tetapi dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan inti “Zen 4”, sedangkan empat lainnya adalah inti “Zen 4c”, menjadikannya sebagai prosesor hybrid pertama AMD.
Inti “Zen 4c” secara fisik lebih kecil dari “Zen 4” dan dirancang untuk prosesor server “Bergamo” EPYC 128-core dengan kepadatan tinggi. Meskipun lebih kecil, prosesor ini memiliki jumlah komponen yang identik dengan inti “Zen 4,” dan memiliki IPC dan set instruksi serta SMT yang sama.
Namun, prosesor ini memiliki batas vCore yang jauh lebih ketat, membuat “Zen 4c” memiliki frekuensi boost yang lebih rendah daripada inti “Zen 4”. AMD menandai core “Zen 4” sebagai “core pilihan” UEFI CPPC, yang memberi tahu OS untuk memprioritaskan beban kerja pada core tersebut, karena mereka dapat bertahan pada frekuensi boost tertinggi.
Selain itu, silikon “Phoenix 2” juga tidak memiliki NPU, yang berarti fitur Ryzen AI absen di 8500G dan 8300G. Silikon ini juga dilengkapi dengan iGPU Radeon 740M yang lebih kecil, dimana hanya memiliki 4 CU, yang terdiri dari 256 stream processor, 8 akselerator AI, 4 akselerator Ray Tracing, 16 TMU, dan 8 ROP dengan clock sebesar 2,80 GHz pada 8500G dan 8300G.
Ryzen 5 8500G memiliki CPU 6-core/12-thread, tetapi dua dari core ini adalah “Zen 4”, dan empat lainnya “Zen 4c”, dengan cache L2 sebesar 1 MB untuk tiap CPU dan menariknya, keenamnya memiliki cache L3 sebesar 16 MB dimana ini adalah cache monolitik, bukan dua CCX terpisah yang masing-masing memiliki cache L3 sebesar 8 MB.
Cache L3 yang sama antara core “Zen 4” dan “Zen 4c” akan mempercepat perpindahan beban kerja antara kedua jenis core tersebut. CPU Ryzen 5 8500G memiliki base clock 3,50 GHz dengan frekuensi boost maksimum 5,00 GHz yang hanya dapat dicapai oleh core “Zen 4”, namun AMD belum mengumumkan frekuensi boost maksimum dari inti “Zen 4c”.
Untuk Ryzen 3 8300G, AMD tidak mejualnya secara PIB seperti yang lainnya, melainkan hanya melalui OEM untuk desktop PC prebuilt. Model ini memiliki CPU 4-core/8-thread, dimana satu dari empat core yang merupakan “Zen 4” dan tiga lainnya adalah “Zen 4c” dengan base clock 3,40 GHz dan boost clock 4,90 GHz yang hanya dapat dicapai oleh satu-satunya inti “Zen 4”. 8300G menggunakan iGPU Radeon 740M yang sama dengan 8500G, dengan kecepatan 2,80 GHz. TDP dari APU ini sama dengan 8500G yaitu 65 W.

AMD akan menyertakan pendingin Wraith Spire, yang awalnya didesain untuk prosesor dengan TDP 95 W pada paket ritel PIB (prosesor dalam kemasan) Ryzen 7 8700G dan Ryzen 5 8600G. Untuk paket retail PIB 8500G akan menyertakan pendingin Wraith Stealth, versi ringkas dari Wraith Spire yang didesain untuk prosesor 65 W. Semua APU seri Ryzen 8000G yang diumumkan saat CES 2024 akan tersedia mulai 31 Januari. APU 8700G akan dibanderol dengan harga 329 dollar AS, 8600G dengan harga 229 dollar AS, dan 8500G dengan harga 179 dollar AS.




























