Ekosistem Developer dan Investasi Software

Arm bukan hanya tentang perangkat keras. Dengan komunitas 22 juta developer, Arm terus memperkuat sisi perangkat lunaknya. Salah satu inisiatif terbarunya adalah KleidiAI—kumpulan pustaka AI yang kompatibel dengan berbagai framework besar seperti PyTorch, MediaPipe, ONNX Runtime, hingga Alibaba dan Tencent. Ini memudahkan pengembang dalam mengoptimalkan performa AI di CPU berbasis Arm.

Fokus pada Efisiensi Energi

Seiring meningkatnya kebutuhan daya AI, efisiensi energi menjadi kunci. Lebih dari 50% kapasitas CPU baru di AWS kini dijalankan oleh chip Arm Graviton. Setiap penyedia cloud besar juga mulai mengadopsi Arm untuk menghemat energi hingga 40%.

Di Taiwan, penggunaan daya pusat data diprediksi meningkat delapan kali lipat pada 2028. Bergey menekankan, tanpa efisiensi, AI tidak bisa berkembang secara skala besar.

Infrastruktur AI Baru Butuh Arsitektur Baru

Platform AI masa depan tidak bisa dibangun di atas arsitektur lama. Arm menghadirkan pendekatan baru lewat integrasi ketat CPU, GPU, dan DPU—seperti yang terlihat pada platform NVIDIA Grace Blackwell.

Dengan kecepatan transfer data 25 kali lebih tinggi dibanding sebelumnya, solusi ini menjadi fondasi infrastruktur AI modern.

Inference: Tempat AI Benar-Benar Hidup

Meski miliaran dolar diinvestasikan untuk melatih model AI, manfaat nyatanya baru terasa saat AI digunakan di dunia nyata—dalam bentuk inference.

Dari ponsel hingga mobil, edge hingga cloud, di sinilah performa dan efisiensi menjadi krusial, dan Arm hadir untuk menjawab tantangan itu.

PC AI: Smartphone adalah Cetak Birunya

Dengan menguasai 99% pasar smartphone, Arm membawa efisiensinya ke dunia PC. Kini, perangkat seperti Apple Silicon, Windows on Arm, ChromeOS, hingga Android menggunakan platform Arm yang dioptimalkan untuk AI.

Bahkan, Arm memprediksi bahwa lebih dari 40% PC dan tablet pada 2025 akan berbasis Arm.

Inovasi Terbaru: CPU ‘Travis’ dan GPU ‘Drage’

Arm memperkenalkan prosesor flagship berikutnya, Travis, dengan performa tinggi dan efisiensi berkat teknologi Scalable Matrix Extensions (SME) terbaru.

Sementara GPU generasi selanjutnya, Drage, dirancang untuk menghadirkan performa tinggi dalam waktu lama dan visual setara konsol di perangkat genggam.

Kolaborasi Menuju Masa Depan AI

Menutup presentasinya, Chris Bergey mengajak semua pihak, khususnya ekosistem teknologi Taiwan, untuk bersama-sama membangun fondasi AI yang bisa berjalan di mana saja—dari cloud, ke edge, hingga perangkat sehari-hari.

“Kita memiliki kesempatan sekali seumur hidup untuk membentuk masa depan AI. Mari kita bangun bersama, di atas fondasi Arm,” ujarnya.