AI-TechCo: Antisipasi Lonjakan dengan Teknologi Cerdas
Tidak hanya merespons lonjakan trafik, Indosat juga mengantisipasinya melalui sistem berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan pemantauan trafik secara real-time, prediksi kepadatan jaringan, serta optimalisasi kapasitas secara otomatis sebelum terjadi gangguan.
Jaringan 4G dan 5G Indosat bekerja secara sinergis, di mana 4G menjadi fondasi layanan yang stabil, sementara 5G difokuskan untuk menangani lonjakan trafik di titik-titik dengan kepadatan tinggi.
Bahkan, sistem AI Indosat mampu mengidentifikasi potensi kepadatan hingga lebih dari 60% lebih cepat, memungkinkan penyesuaian jaringan dilakukan secara proaktif di berbagai titik strategis seperti jalur mudik, rest area, stasiun, dan destinasi wisata.
Investasi Infrastruktur Perkuat Kualitas Jaringan Nasional
Kesiapan jaringan Indosat juga didukung oleh investasi infrastruktur yang masif. Sejak April 2025, Indosat telah melakukan peningkatan kapasitas di lebih dari 7.000 site serta membangun lebih dari 1.600 site baru.
Selain itu, lebih dari 75 Mobile BTS (MBTS) turut disiagakan di jalur mudik guna memastikan konektivitas tetap optimal. Secara keseluruhan, Indosat kini mengoperasikan lebih dari 55.000 site aktif yang tersebar di lebih dari 420 kabupaten di seluruh Indonesia.
Dengan dukungan lebih dari 2.500 engineer yang bersiaga penuh, Indosat berhasil menjaga kualitas layanan tetap stabil selama periode mudik, sekaligus membuktikan komitmen #LebihBaikIndosat yang dirasakan langsung oleh pelanggan.
Menutup pernyataannya, Desmond kembali menegaskan bahwa momen mudik bukan sekadar soal angka, tetapi juga tentang kepercayaan pelanggan.
“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan kepada kami di momen-momen paling berarti. Hal ini mencerminkan transformasi berkelanjutan kami sebagai AI-TechCo, seiring kami terus berinvestasi dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.































