Perbedaannya terletak pada pertimbangan yang kini lebih pragmatis, seperti:

  • Berapa biaya operasional per bulan?
  • Seberapa mudah perawatan kendaraan?
  • Apakah kendaraan dapat diandalkan tanpa menambah beban pengeluaran harian?

Seorang responden berusia 59 tahun asal Tangerang Selatan menyatakan,

“Kami memilih mobil listrik sebagai persiapan pensiun supaya biayanya lebih hemat.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa motif ekonomi menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di kelompok usia 50+.

Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Tapi Aman dan Nyaman

Meski isu lingkungan tetap diapresiasi, bagi konsumen usia 50 tahun ke atas, faktor terpenting dalam memilih kendaraan adalah keamanan, kenyamanan, kemudahan perawatan, dan kepastian biaya.

Asti Putri, Co-Founder dan Director ID COMM sekaligus pemimpin riset, menjelaskan bahwa:

“Pada umumnya, pemilik mobil listrik adalah early adopters yang berani berinvestasi pada teknologi baru. Khusus kelompok usia 50 tahun ke atas, mereka menyadari aktivitas hariannya akan berkurang, tetapi tetap ingin menjaga mobilitas dengan biaya yang relatif hemat. Meski perlu beradaptasi dengan fitur mobil listrik, hal tersebut tidak menghambat keinginan mereka untuk memilikinya.”

Menurutnya, justru kemampuan beradaptasi inilah yang menumbuhkan rasa bangga karena dapat mengikuti tren berkendara dengan cara yang lebih rasional.

Tantangan Masih Ada, Namun Arah Pasar Sudah Jelas

Tantangan seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, kekhawatiran jarak tempuh, serta layanan purna jual masih menjadi pertimbangan. Namun tantangan ini bersifat umum dan dialami oleh semua segmen konsumen.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap biaya hidup, mobil listrik semakin relevan sebagai solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis, terutama bagi mereka yang memasuki masa pensiun.