Hardwareholic.com – Kaspersky bersama Telkom University (Tel-U) mengumumkan para pemenang HackNusa 2026, kompetisi hackathon keamanan siber yang mempertemukan 30 tim terpilih untuk mengembangkan solusi teknologi guna menghadapi berbagai tantangan keamanan digital di Indonesia.

Berlangsung selama 12 jam secara tatap muka, HackNusa 2026 mengusung tema “Securing Tomorrow: Innovating Trust, Delivering Impact”. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi solusi yang dapat diterapkan, dengan mempertimbangkan kreativitas, kelayakan teknis, keamanan, serta dampaknya bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kaspersky dan Telkom University juga memperkuat kolaborasi industri dan akademisi dalam mempersiapkan talenta muda yang memiliki keterampilan praktis di bidang keamanan siber.

NexusOne+ Menang Lewat Platform Qerity

Tim NexusOne+ yang terdiri dari Muhammad Aris Maulana, Nazla Azzahra Hermana, dan Ladya Kalascha berhasil keluar sebagai juara HackNusa 2026. Tim tersebut mengembangkan Qerity, platform verifikasi berbasis perangkat (on-device) yang menggabungkan pendekatan berbasis komunitas untuk membantu melawan praktik pinjaman online ilegal di Indonesia.

Pendekatan yang digunakan Qerity menempatkan kepercayaan dan kesadaran pengguna sebagai bagian penting dalam menghadapi persoalan keamanan digital. Proyek ini menjadi contoh bagaimana pengembangan teknologi dapat diarahkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi tim NexusOne+, kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses mencoba dan belajar dalam berbagai kompetisi sebelumnya. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dalam memahami keamanan siber, khususnya pentingnya membangun sistem yang andal.

“Sejujurnya, ini bukan hackathon pertama kami. Kami sudah mencoba beberapa kali sebelumnya, dan kami terus berusaha serta akan mencobanya lagi. Kita tidak pernah tahu; mungkin momen kemenangan hanya berjarak satu hackathon lagi,” ujar tim NexusOne+.

Mereka menjelaskan bahwa HackNusa 2026 mendorong tim untuk memandang keamanan sebagai persoalan yang juga berkaitan dengan manusia. Proses membangun pembaruan data yang ditandatangani secara digital (signed data updates) dan menyusun model ancaman secara tertulis dalam waktu terbatas memperlihatkan betapa pentingnya detail dalam membangun kepercayaan terhadap suatu sistem.

Tim NexusOne+ juga mengingatkan peserta hackathon agar tidak mudah menyerah, membentuk tim yang solid, serta tetap menikmati proses pengembangan solusi. Menurut mereka, kompetisi tidak seharusnya hanya menjadi ajang yang penuh tekanan dan kurang istirahat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, berjejaring, dan bertemu dengan orang-orang baru.

Atas pencapaiannya, tim NexusOne+ memperoleh hadiah utama sebesar Rp13 juta serta akses ke kursus Kaspersky xTraining senilai hingga US$2.500. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu para pemenang memperdalam keterampilan teknis serta pengetahuan tentang keamanan siber.

Didukung Mentor dan Pakar Keamanan Siber

Sebanyak 30 tim terpilih mengikuti kompetisi utama secara langsung. Selama proses pengembangan, peserta mendapatkan bimbingan dari para ahli keamanan siber dan teknologi dari Kaspersky serta Telkom University.

Para mentor yang terlibat antara lain Oleg Podstavkin, Global Security Solutions Architect Kaspersky, dan Daniel Tobing, Presales Manager Indonesia Kaspersky. Dari Telkom University, pendampingan diberikan oleh Muhamad Irsan, S.T., M.Kom., Ph.D., serta Rahmat Yasirandi, S.T., M.T., Ph.D., dari Fakultas Informatika.

Dalam sambutan pembukaan, Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Assoc. Prof. Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, S.T., M.Isd., menyambut para peserta sekaligus menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tantangan perkembangan dunia digital.

Proyek-proyek peserta kemudian dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Defi Nofitra, Country Manager Indonesia Kaspersky; Prof. Ir. Ari Moesriami Barmawi, M.Sc., Ph.D., dari Fakultas Informatika Telkom University; serta Dr. Fazmah Arif Yulianto, S.T., M.T., dari fakultas yang sama.

Senior Manager Cyber Security Education untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Trishia Octaviano, menilai HackNusa 2026 memperlihatkan bagaimana talenta muda dapat menghasilkan solusi yang relevan ketika diberi kesempatan untuk bekerja dengan tantangan nyata dan mendapatkan bimbingan dari para ahli.

“HackNusa 2026 menunjukkan hasil nyata ketika talenta muda diberi kesempatan untuk memecahkan tantangan keamanan siber di dunia nyata, dengan dukungan mentor berpengalaman dan para pakar industri. Sepanjang kompetisi, kami melihat para peserta memadukan kreativitas, keterampilan teknis, dan semangat belajar yang tinggi di bawah tekanan,” ujar Trishia.

Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi profesional keamanan siber berikutnya. Kaspersky ingin mendukung berbagai inisiatif yang membantu mahasiswa mengubah ide menjadi solusi praktis sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkontribusi pada masa depan digital yang lebih aman.

Kolaborasi Industri dan Akademisi untuk Keamanan Digital

Kemas Muslim Lhaksmana menegaskan bahwa HackNusa tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir kompetisi. Menurutnya, ajang ini memberikan kesempatan kepada inovator muda untuk mengubah persoalan kompleks menjadi solusi yang bermanfaat secara nyata.

Di lingkungan pendidikan tinggi, kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan upaya membangun teknologi yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan Kaspersky, Telkom University ingin menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, serta pola pikir inovatif yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan keamanan digital di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, mengapresiasi gagasan dan kemampuan teknis yang ditunjukkan para peserta selama kompetisi berlangsung.

“HackNusa lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah wadah bagi para inovator muda untuk mengubah pemahaman mereka tentang tantangan keamanan siber menjadi solusi yang mampu memberikan dampak nyata. Kami sangat terkesan dengan gagasan, pola pikir teknis, dan kegigihan yang ditunjukkan oleh tim-tim peserta selama tantangan 12 jam tersebut,” kata Defi.

Ia menjelaskan bahwa masa depan digital yang lebih aman tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada ketersediaan talenta keamanan siber yang kompeten. Karena itu, kerja sama dengan Telkom University diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Tiga Kategori Tantangan HackNusa 2026

HackNusa 2026 dirancang agar peserta dengan beragam tingkat pengalaman dapat berkolaborasi, bereksperimen, dan mengembangkan solusi atas persoalan keamanan siber serta kepercayaan digital.

Kompetisi ini mencakup tiga kategori utama, yaitu:

  1. Pembayaran digital dan fintech yang aman berfokus pada tantangan keamanan dalam transaksi digital dan layanan teknologi finansial.
  2. AI vs AI: Cyber Defense, yang mengangkat penggunaan dan tantangan kecerdasan buatan dalam pengembangan sistem pertahanan siber.
  3. Human-Centric Security menempatkan manusia, perilaku pengguna, dan kepercayaan sebagai bagian penting dari pendekatan keamanan digital.

Selain kompetisi utama, HackNusa 2026 juga menghadirkan Kompetisi KIPS yang berlangsung bersamaan dengan sesi presentasi 10 finalis teratas. Program ini memberikan kesempatan tambahan kepada peserta yang tidak masuk dalam 10 besar untuk tetap mempresentasikan gagasan dan menunjukkan kemampuan mereka.

Selama kompetisi, peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan konsep teknologi, tetapi juga untuk mempertimbangkan kelayakan teknis, pengembangan bukti konsep (proof of concept), keamanan, skalabilitas, serta kesiapan implementasi. Interaksi langsung dengan mentor dan profesional industri menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengevaluasi dan menyempurnakan solusi yang mereka bangun.

Melalui HackNusa 2026, Kaspersky dan Telkom University menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pengembangan talenta keamanan siber di Indonesia. Perpaduan pengetahuan akademis, pengalaman praktik, dan pendampingan industri diharapkan dapat membantu generasi muda menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital.

Informasi lebih lanjut mengenai program Kaspersky untuk institusi pendidikan dapat diakses melalui situs resmi Kaspersky Academy.