Laptop Tipis Kini Mampu Menjalankan AI Lebih Cerdas

Intel juga memperlihatkan bagaimana Core Ultra Series 3 telah digunakan pada berbagai laptop tipis dan ringan dari mitra manufaktur global.

Katouzian menjelaskan bahwa platform tersebut memungkinkan perangkat ultraportable tetap menawarkan performa AI yang tinggi tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai maupun mobilitas. Intel bahkan menyebut lebih dari 70 desain laptop tipis telah mengadopsi platform tersebut dalam waktu relatif singkat sejak peluncurannya.

Dari perspektif Intel, AI PC bukan lagi konsep masa depan, melainkan kategori perangkat yang sudah mulai digunakan secara luas saat ini.

Arc G3 Jadi Senjata Baru Intel di Pasar Handheld Gaming

Selain membahas Core Ultra Series 3, Katouzian juga memperkenalkan solusi grafis terbaru Intel untuk perangkat gaming portabel.

Intel memperlihatkan Arc G3, GPU yang dikembangkan dari fondasi teknologi Core Ultra Series 3 dan dirancang khusus untuk pasar handheld gaming yang saat ini berkembang pesat.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan di panggung, Intel mengklaim Arc G3 mampu memberikan peningkatan performa gaming lebih dari 40 persen dibanding solusi pesaing pada kelas yang sama.

Yang menarik, Intel juga menyebut efisiensi dayanya meningkat signifikan. Pada tingkat performa yang sama, konsumsi daya dapat ditekan hingga sekitar setengah dari platform kompetitor. Intel bahkan menunjukkan berbagai game AAA yang dapat dimainkan pada resolusi 1080p dengan frame rate melebihi 120 FPS pada skenario tertentu.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian besar dari para pengunjung COMPUTEX karena pasar handheld gaming saat ini menjadi salah satu segmen yang pertumbuhannya paling cepat.

Dari PC Menuju Edge AI

Hal lain yang cukup menarik dari presentasi Katouzian adalah bagaimana Intel mulai memperluas penggunaan Core Ultra Series 3 ke luar pasar PC tradisional.

Menurutnya, teknologi yang sama kini akan digunakan untuk berbagai solusi Edge AI yang mencakup sektor manufaktur, robotika, kesehatan, ritel, hingga smart city. Intel menyebut lebih dari 130 desain perangkat edge telah mengadopsi platform Series 3.

Intel melihat bahwa masa depan AI tidak hanya berada di pusat data atau laptop, tetapi juga pada perangkat yang berada dekat dengan pengguna dan lingkungan industri.

Dengan lebih dari 4.000 mitra dalam ekosistem Edge AI, Intel berupaya memanfaatkan skala yang selama ini dibangun di industri PC untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor lainnya.

Physical AI Jadi Visi Besar Berikutnya

Bagian paling ambisius dari presentasi Alex Katouzian muncul ketika ia berbicara mengenai Physical AI.

Menurutnya, dunia sedang bergerak menuju era di mana AI tidak hanya hadir dalam bentuk software, tetapi juga diwujudkan melalui robot, sistem otomatisasi, kendaraan pintar, dan berbagai perangkat fisik lainnya.

Katouzian menyebut pasar Physical AI berpotensi mencapai nilai sekitar 25 triliun dolar AS pada tahun 2050. Karena itu Intel mulai mempersiapkan teknologi yang mampu mendukung transisi tersebut sejak sekarang.

Ia menegaskan bahwa pengalaman Intel membangun ekosistem PC selama puluhan tahun menjadi modal penting untuk memasuki pasar Physical AI. Infrastruktur software, kemampuan komputasi, serta jaringan mitra global dianggap menjadi kekuatan utama Intel dalam menghadapi era berikutnya.

COMPUTEX 2026 Menjadi Panggung Penting bagi Intel

Melalui presentasi Alex Katouzian, Intel menunjukkan bahwa Core Ultra Series 3 bukan sekadar prosesor baru. Platform ini diposisikan sebagai fondasi bagi strategi Intel dalam menghadapi era Agentic AI, Edge AI, hingga Physical AI.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dari berbagai pemain industri, Intel memanfaatkan COMPUTEX 2026 untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada peningkatan performa prosesor, tetapi juga membangun ekosistem komputasi AI yang mencakup PC, perangkat edge, robotika, dan infrastruktur masa depan.

Untuk para pengunjung yang hadir langsung di Taipei, presentasi Alex Katouzian menjadi salah satu sesi yang memperlihatkan bagaimana Intel mencoba mendefinisikan ulang peran PC dalam dunia yang semakin didominasi oleh kecerdasan buatan.