HardwareHolic – Sejak kehadiran AMD Strix Halo di berbagai sistem baru, banyak yang bertanya-tanya: mengapa hanya tersedia sistem dengan Ryzen AI MAX+ 395, dan ke mana perginya varian dengan spesifikasi lebih rendah?

Jawabannya belum resmi, namun kemungkinan besar berkaitan dengan faktor biaya dan hasil produksi (yield). Produsen laptop dan Mini-PC cenderung memilih SKU tertinggi karena potensi pendapatan yang lebih besar. Di sisi lain, AMD mungkin menunggu cukup banyak chip dengan bagian GPU atau core yang dinonaktifkan sebagian sebelum merilis varian bawah lainnya.

Kabar baiknya, kini Ryzen AI MAX 385, varian kedua terendah dari seri MAX 300, telah terlihat di laptop HP ZBook Ultra G1a. Laptop ini ditenagai oleh prosesor 8-core MAX PRO 385 dan menggunakan grafis terintegrasi Radeon 8050S.
Sayangnya, detail pengujian performa masih terbatas. Satu-satunya informasi yang tersedia adalah bahwa sistem berjalan dalam mode baterai “Optimized” dari HP. Bila dibandingkan dengan MAX+ 395, performa MAX 385 sekitar 17,8% lebih lambat dalam tes single-threaded dan 38% lebih lambat dalam multi-threaded.

Namun, hasil ini masih bisa berubah karena belum masuk dalam peringkat resmi Geekbench dan mungkin belum mencerminkan performa sesungguhnya.
Meski bukan varian flagship, kehadiran Ryzen AI MAX 385 memberi harapan akan lebih banyak pilihan bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau. Kita tinggal menunggu bagaimana AMD dan mitranya meluncurkan SKU lainnya dalam waktu dekat.
Sumber: Geekbench, Videocardz




























