Hardwareholic – HP Indonesia resmi memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dalam ajang HP Elevate 2026. Melalui peluncuran perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI), solusi workplace modern, teknologi keamanan siber, dan inovasi pencetakan, HP semakin memperkuat komitmennya untuk memimpin transformasi dunia kerja di era AI.

Langkah ini sejalan dengan meningkatnya adopsi AI di Indonesia. Sepanjang 2025, adopsi AI di kalangan pelaku usaha tumbuh hingga 47% secara tahunan dengan sekitar 18 juta bisnis telah memanfaatkan teknologi tersebut. Banyak organisasi mulai merasakan manfaat nyata berupa peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional.

Menurut Juliana Cen, President Director HP Indonesia, AI kini telah menjadi bagian penting dalam aktivitas kerja sehari-hari. Oleh karena itu, HP menghadirkan solusi yang membantu organisasi mengadopsi AI secara praktis, aman, dan memberikan dampak bisnis yang nyata.

Adopsi AI di Indonesia Semakin Meningkat

Perubahan cara kerja akibat perkembangan AI semakin terlihat di berbagai sektor industri. Berdasarkan HP Work Relationship Index 2025, sebanyak 94% pekerja berbasis pengetahuan (knowledge workers) di Indonesia telah menggunakan AI, dan setengahnya memanfaatkannya setiap hari.

Meski demikian, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis secara optimal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, HP menghadirkan ekosistem teknologi yang menggabungkan perangkat, perangkat lunak, layanan, keamanan, dan solusi pencetakan dalam satu platform yang saling terhubung.

HP IQ dan Workforce Experience Platform Jadi Sorotan

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah HP IQ, sebuah ekosistem cerdas yang mengintegrasikan AI langsung di perangkat (on-device AI), pengalaman pengguna yang lebih intuitif, serta pengelolaan perangkat yang lebih efisien.

HP IQ bekerja bersama HP Workforce Experience Platform (WXP) untuk memberikan visibilitas yang lebih baik kepada tim TI terhadap kondisi perangkat, pengalaman pengguna, dan performa lingkungan kerja digital.

Dengan dukungan analitik dan otomatisasi berbasis AI, organisasi dapat:

  • Mengidentifikasi masalah lebih cepat.
  • Mengurangi downtime perangkat.
  • Meningkatkan produktivitas karyawan.
  • Menyederhanakan pengelolaan teknologi.