Hardwareholic – Flying Dutchman, tim developer muda dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil menjadi juara pertama dalam ajang Garena Game Jam: Back For Round 2 yang digelar di Universitas Ciputra Surabaya. Dengan karya berjudul “Rotasella”, tim yang terdiri dari Muhammad Jafar Fadli (19), Luzhanifa Savina Yasmine (19), dan Izzah Imani (19) mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri yang terdiri dari tim developer global Garena. Mereka berhasil mengemas mekanisme “2 Buttons” dengan kreatif dan inovatif.
Rotasella—yang berarti “kursi roda” dalam bahasa Latin—merupakan game bergenre puzzle adventure yang dikembangkan dalam waktu 48 jam. Gameplay-nya memanfaatkan dua tombol yang tidak hanya menggerakkan karakter, tetapi juga menjadi tantangan utama bagi pemain. Mekanisme unik ini menguji kecermatan pemain saat membawa karakter menuju pintu keluar.
“Kami berasal dari latar belakang yang berbeda: Teknik Telekomunikasi, Bioengineering, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Awalnya sulit menyatukan ide, tapi ternyata kami bisa mencapai kesepakatan bersama,” ujar Muhammad Jafar Fadli.
Meski menghadapi tantangan besar, seperti bug di menit-menit terakhir pengembangan, Flying Dutchman tetap berhasil menyelesaikan game tepat waktu. “Waktu tersisa beberapa jam, bug muncul padahal game sudah jadi 90%. Alhamdulillah kami berhasil menyelesaikannya sebelum penilaian,” tambah Fadli.
Pemenang Lain dan Penghargaan Tambahan
Selain Flying Dutchman, juara kedua diraih oleh Tim Sasalele dari Universitas Indonesia dengan game “Alien Brawl”, sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Tim Noolean dari Universitas Diponegoro dengan game “Rotary Poison”. Penghargaan Most Creative Team diberikan kepada Tim Wong Telu Wae dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya atas karya mereka, “The White Room”.
130 Peserta Ciptakan 28 Game dalam 48 Jam
Garena Game Jam: Back For Round 2 berlangsung selama 48 jam, dari 24 hingga 26 Januari, dengan diikuti oleh 130 peserta yang berhasil menciptakan 28 game inovatif. Peserta tidak hanya menciptakan gameplay yang playable, tetapi juga menyertakan elemen visual, musik, hingga desain karakter yang menarik. Banyak dari mereka membawa perlengkapan pribadi seperti joystick hingga PC untuk menyempurnakan presentasi game mereka.
Dewan juri, termasuk tim developer global Garena, memberikan masukan berharga kepada para peserta selama sesi mentoring. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan mereka di industri game.
Dukungan Garena untuk Talenta Lokal
Garena Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan talenta lokal melalui ajang seperti Garena Game Jam. Selain memberikan total hadiah Rp30 juta, pemenang tahun ini juga mendapatkan kesempatan memamerkan karya mereka di Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025. Acara ini memungkinkan mereka untuk berjejaring dengan pelaku industri game internasional dan memasarkan game mereka lebih luas.
Kolaborasi Global Game Jam Surabaya
Acara ini juga digelar bersamaan dengan Global Game Jam Surabaya, menjadikannya salah satu game jam offline terbesar di Indonesia. Garena optimistis bahwa masa depan industri game lokal akan semakin cerah berkat kontribusi talenta muda dan inisiatif serupa di masa mendatang.































