Hardwareholic.com – PT ITSEC Asia Tbk. Memperluas jangkauan bisnis internasionalnya ke benua Afrika melalui kemitraan dengan Société de Gestion et de Concept en Informatique (SGCI), perusahaan layanan teknologi informasi berbasis di Pantai Gading. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 12 Oktober 2026.

Melalui anak usahanya, ITSEC Services Asia Pte. Ltd., ITSEC Asia akan bekerja sama dengan SGCI untuk mengembangkan kapabilitas operasi keamanan siber bagi institusi publik dan operator infrastruktur kritis di Pantai Gading. Kemitraan ini juga menjadi langkah awal ITSEC Asia untuk memasuki pasar Afrika, sekaligus memperkuat strategi ekspansi perusahaan di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Kolaborasi tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan keamanan siber yang semakin meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital di Pantai Gading. Digitalisasi pada sektor pemerintahan, industri, dan layanan publik turut memperluas potensi risiko serangan siber, terutama ketika sistem teknologi informasi mulai terhubung dengan teknologi operasional dan sistem kendali industri.

Fokus pada Operasi Keamanan Siber Berkelanjutan

Dalam lingkungan industri dan infrastruktur kritis, integrasi antara Information Technology (IT), Operational Technology (OT), dan Industrial Control Systems (ICS) menghadirkan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Gangguan terhadap sistem tersebut tidak hanya berpotensi memengaruhi data, tetapi juga dapat berdampak pada operasional layanan serta infrastruktur yang krusial.

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan sistem keamanan yang mampu memantau, mendeteksi ancaman, serta merespons insiden secara berkelanjutan. Karena itu, kerja sama ITSEC Asia dan SGCI diarahkan pada pengembangan kapabilitas operasional keamanan siber yang dapat dijalankan secara lokal.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menjelaskan bahwa organisasi di Pantai Gading membutuhkan kemampuan keamanan siber yang beroperasi secara konsisten, bukan hanya layanan yang diberikan dalam satu proyek.

Menurutnya, pengalaman SGCI selama lebih dari 20 tahun di pasar lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam kemitraan ini. ITSEC Asia akan melengkapi pengalaman tersebut melalui teknologi, keahlian teknis, serta pengalaman dalam menerapkan solusi keamanan siber berskala besar di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan strategi internasional ITSEC Asia yang mengutamakan kerja sama dengan mitra lokal untuk menghadirkan kapabilitas keamanan siber tingkat lanjut sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar.

Pembagian Peran ITSEC Asia dan SGCI

Berdasarkan MoU yang ditandatangani, SGCI akan memimpin hubungan dengan klien serta pelaksanaan layanan di Pantai Gading. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam audit sistem informasi, integrasi teknologi, pengujian keamanan ofensif, serta forensik digital.

Sementara itu, ITSEC Asia akan bertindak sebagai mitra teknologi dan kapabilitas keamanan siber. Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan solusi keamanan, keahlian teknis, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan bagi tim lokal SGCI.

Managing Director SGCI, Cyrille Koffi, menyampaikan bahwa institusi publik dan operator infrastruktur kritis di Pantai Gading membutuhkan layanan keamanan siber yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan, dijalankan secara lokal, serta memenuhi ketentuan regulasi nasional.

Dengan menggabungkan pengalaman SGCI dan kemampuan teknologi ITSEC Asia, kedua perusahaan menargetkan pembangunan kapabilitas respons keamanan siber yang berdaulat. Pendekatan ini mencakup sistem yang dihosting dan dioperasikan secara lokal, dengan pelaksanaan yang direncanakan dimulai melalui proyek-proyek berskala nasional.