Tujuh Dokter Spesialis Ikuti Pelatihan di Shanghai
Pengadaan teknologi bedah robotik tidak hanya membutuhkan perangkat, tetapi juga kesiapan tenaga medis yang akan mengoperasikannya. Karena itu, Primaya Hospital Group telah mengirimkan tujuh dokter spesialis dan subspesialis untuk mengikuti pelatihan penggunaan SHURUI Robotic Single-Port Surgical System di Shanghai, China, pada September 2026.

Para dokter tersebut berasal dari bidang bedah digestif, obstetri dan ginekologi, urologi, bedah anak, serta bedah onkologi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan pengembangan kapabilitas klinis agar tenaga medis dapat memahami penggunaan sistem bedah robotik tersebut. Implementasi teknologi selanjutnya tetap memperhatikan kompetensi masing-masing dokter, kesesuaian indikasi tindakan, dan standar keselamatan pasien.
Fifi Zhang, Overseas Operational Manager Surgerii Robotics, menyampaikan bahwa pihaknya bangga dapat bekerja sama dengan Primaya Hospital dalam instalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System pertama di Asia Tenggara.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pengembangan teknologi bedah minimal invasif di kawasan Asia Tenggara, dengan dukungan pelatihan tenaga medis dan kerja sama klinis yang berkelanjutan.
Keselamatan Pasien Tetap Menjadi Prioritas
Leona menegaskan bahwa penerapan teknologi baru harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga medis dan komitmen terhadap kualitas pelayanan. Teknologi, menurutnya, perlu memiliki tujuan yang jelas dalam mendukung layanan kesehatan yang berkualitas serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Primaya Hospital Group berharap penerapan SHURUI Robotic Single-Port Surgical System dapat menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan berteknologi maju di Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada ketersediaan perangkat, tetapi juga pada kesiapan tenaga medis, kualitas pelayanan, dan keselamatan pasien.
Melalui kolaborasi dengan Lynas Medikal dan Surgerii Robotics, Primaya Hospital Group berupaya memperkuat kapabilitas layanan bedah minimal invasif sekaligus memperluas pilihan perawatan bagi masyarakat Indonesia.






























