“Kami menyambut baik kerja sama Qualcomm serta mitra pendukung dan mengapresiasi kesempatan untuk menjadi universitas pertama yang meluncurkan program IoTaaS Qualcomm di Indonesia,” jelas DR. Ida Juda, MBA, Vice Rector for ICT and Cooperation, Univeritas Prasetiya Mulya. “Merayakan 40 tahun didirikannya Universitas Prasetiya Mulya, kami selangkah lebih dekat untuk menjadi universitas masa depan dengan melengkapi sekolah dengan kurikulum dan teknologi pendukung. Kami berdedikasi untuk memberikan standar unggul dalam pendidikan dan menciptakan pengusaha sukses dan tenaga ahli profesional. Dukungan dari Qualcomm, sebagai salah satu pemimpin industri di bidangnya, memperkaya proses belajar-mengajar kami di Universitas Prasetiya Mulya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang membutuhkan lebih banyak fleksibiltas dan kemajuan digital. Kami selalu berupaya untuk menyediakan kualitas pendidikan dan proses pembelajaran terbaik yang berpusat pada siswa untuk mengembangkan pemimpin bisnis dan profesional yang terbaik.”
Sebelum Indonesia, Qualcomm Technologies telah meluncurkan Qualcomm Smart Campus di San Diego, yang menunjukkan contoh nyata dari solusi end-to-end Qualcomm® IoT Services Suite. Qualcomm akan memperluas penyediaan Qualcomm Education Technology ini di Indonesia kepada universitas lain di Indonesia untuk menjangkau 10.000 mahasiswa. “Kemitraan kami tidak akan berhenti di sini karena kami berkomitmen untuk mendukung Indonesia menghadapi transformasi digital. Kerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya ini akan membuka jalan kami untuk menjangkau lebih banyak universitas di Indonesia demi mendukung transformasi digital untuk sektor pendidikan di Indonesia,” tutup Shannedy Ong.
Qualcomm telah memasuki sektor pendidikan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir dengan menjalin kerja sama dengan universitas-universitas dalam memajukan teknologi, serta dalam penyediaan perangkat pembelajaran melalui pengembangan Chromebook 4G LTE pertama di Indonesia, LIBERA Merdeka.































