Hardwareholic – Konsep monitor komputer selama ini relatif sederhana: sebuah layar yang ditempatkan di atas meja dan digunakan bersama keyboard serta mouse. CyboPal mencoba mengubah konsep tersebut melalui CyboPal ONE, sebuah Desktop Robotic Terminal yang menggabungkan monitor 4K dengan lengan robotik 6-DOF, kamera, sensor, mikrofon, serta fitur interaksi berbasis AI.
Berbeda dari komputer all-in-one, CyboPal ONE tidak dirancang sebagai PC mandiri. Perangkat ini terhubung ke komputer yang sudah dimiliki pengguna melalui USB-C atau HDMI, sementara sistem robotiknya memungkinkan layar bergerak dan menyesuaikan posisi berdasarkan aktivitas pengguna.
Bukan Sekadar Monitor dengan Arm
Hal yang paling menarik dari CyboPal ONE adalah mekanisme geraknya. Perangkat menggunakan lengan robotik dengan 6 derajat kebebasan atau 6-DOF yang memungkinkan layar bergerak mengikuti posisi pengguna.

CyboPal menyebut sistem tersebut memiliki jangkauan hingga 700 mm, sehingga layar dapat mencakup area meja yang cukup luas. Perusahaan juga mengklaim sistem sensor dirancang untuk mengenali kondisi meja, termasuk keberadaan kabel, mug, notebook, maupun objek lain sebelum melakukan pergerakan.
Konsep ini membuat monitor tidak lagi sepenuhnya statis. Pengguna dapat berpindah posisi dari duduk hingga berdiri dan ONE dapat menyesuaikan posisinya.
CyboPal juga menyediakan sejumlah metode interaksi, termasuk active tracking, gesture zoom & scroll, gesture untuk menarik atau memutar layar, tap to stop, serta voice control.
Kendali Menggunakan Suara dan Gesture
CyboPal mengembangkan ONE dengan pendekatan human-PC interaction yang mengurangi ketergantungan terhadap keyboard dan mouse.
Melalui perintah suara, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas seperti mengetik, mengedit, melakukan pencarian, hingga mengontrol aplikasi. CyboPal bahkan menyebut input suara dapat mencapai kecepatan hingga tiga kali dibandingkan mengetik, meskipun angka tersebut merupakan klaim dari perusahaan dan sangat bergantung pada skenario penggunaan.

Gesture juga menjadi bagian penting dari sistem interaksi. Pengguna dapat melakukan zoom dan scrolling dengan gerakan tangan, memberikan perintah melalui gesture, atau menghentikan gerakan perangkat dengan menyentuh layar.
Pendekatan seperti ini berpotensi menarik bagi pengguna yang sering melakukan multitasking atau menghabiskan waktu panjang di depan komputer.































