Sementara itu, Mouly Surya menyoroti penggunaan AI dari sisi produser dan sutradara. Teknologi dapat digunakan sejak tahap pengembangan ide, pencarian referensi, visualisasi konsep, hingga mencoba berbagai kemungkinan sebelum proses produksi dimulai.
Dengan sejumlah pekerjaan awal yang dapat dilakukan lebih efisien, tim produksi menurutnya dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berkonsentrasi pada visi besar dan keputusan kreatif yang menentukan hasil akhir sebuah karya.
Gustav Anandhita juga melihat AI sebagai sarana untuk memperluas ruang eksperimen bagi kreator. Mulai dari mengembangkan ide, mencoba pendekatan visual, hingga melakukan iterasi dengan lebih cepat.
Pada akhirnya, teknologi menjadi alat bantu, sementara arah kreatif dan keputusan akhir tetap berada di tangan kreator.
Delapan Kategori Penghargaan
Selain menampilkan karya para finalis, AI Content Fest 2026 juga memberikan penghargaan dalam delapan kategori.
Kategori tersebut meliputi Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury’s Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.
Berikut daftar pemenang yang diumumkan dalam festival tersebut:
- Student Awards: “Gerilya” karya Yovan Arya Nugraha, Bogor
- Most Popular AI Microfilm: “Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81” karya Indrawan Agung, Bekasi
- Special Selection Award: “DARI TANAH UNTUK INDONESIA” karya Adams Taufik, Bandung
- Best Story: “Bayu” karya Ilham Setyawan, Semarang
- Best Visual: “Bulan Tiga Belas” karya Bobi Brilyan Bastenjar, Tangerang Selatan
- Jury’s Special Mention: “Hutang Toko Budi” karya I Gede Wahyu Diatmika, Bali
- Next Icon Award: “Baleo” karya Cahyadi Widianto, Banten
- Best AI Micro Film: “Bayu” karya Ilham Setyawan, Semarang
Menariknya, film “Bayu” karya Ilham Setyawan dari Semarang berhasil mendapatkan dua penghargaan sekaligus, yakni Best Story dan Best AI Micro Film.
Kolaborasi dengan Raim Laode
Pemanfaatan AI dalam produksi konten juga ditunjukkan melalui kolaborasi CapCut bersama musisi Raim Laode.
Dalam acara puncak AI Content Fest 2026, untuk pertama kalinya ditayangkan video musik berbasis AI untuk single terbaru Raim Laode berjudul “Dunia Yang Nanti.”
Penayangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi dari Raim mengenai proses kreatif di balik pembuatan video musik tersebut, sebelum ditutup dengan penampilan musik secara langsung.
Pengunjung Bisa Ikut Bereksperimen
Tidak hanya para finalis yang mendapatkan kesempatan bereksplorasi. Pengunjung yang hadir di CGV Grand Indonesia juga dapat mencoba pengalaman kreatif melalui CapCut Poster Lab.
Di area tersebut, pengunjung dapat memilih genre atau suasana cerita, mulai dari horor, romansa, aksi, sci-fi hingga dokumenter. Pilihan tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat poster film bergaya sinematik yang dapat dipersonalisasi.
Hasil poster juga dapat diunduh melalui kode QR yang tersedia.
Membuka Ruang bagi Kreator Indonesia
AI Content Fest 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan teknologi mulai masuk lebih jauh ke dalam proses produksi konten kreatif. Bagi kreator, penggunaan AI dapat memberikan lebih banyak ruang untuk mencoba ide dan visual yang sebelumnya mungkin membutuhkan waktu serta sumber daya lebih besar.
CapCut sendiri menyebut platformnya sebagai solusi penyuntingan video terpadu yang mencakup kebutuhan video, audio, teks, dan visual. Sejumlah fitur yang tersedia antara lain trimming, transitions, keyframes, filters and effects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, hingga audio enhancement.
Selain itu, terdapat pula fitur berbasis AI yang dapat digunakan dalam pengembangan ide dan storyboard, eksplorasi visual, proses produksi, hingga penyempurnaan hasil akhir.
CapCut juga menyebut penerapan sejumlah langkah transparansi dalam teknologinya, termasuk invisible watermarks dan Kredensial Konten dari C2PA untuk mendukung proses kreasi yang lebih bertanggung jawab.
Di luar AI Content Fest, CapCut juga menjalankan sejumlah inisiatif untuk membuka kesempatan bagi kreator Indonesia, di antaranya CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP).
Melalui berbagai program tersebut, kreator mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mencoba berbagai tools kreatif, memperoleh apresiasi, sekaligus memperluas jangkauan karya mereka.
CapCut tersedia melalui web, desktop, ponsel, dan tablet.































