Temuan penting dari para pemimpin bisnis yang disurvei: 

  • 52% eksekutif menyatakan bahwa kompleksitas adalah hambatan terbesar dalam operasi keamanan siber mereka.
  • 80% setuju bahwa mereka menghadapi tekanan untuk mengurangi biaya untuk keamanan dan 41% mengatakan bahwa fragmentasi telah meningkatkan biaya pengadaan solusi keamanan.
  • 4 dari 5 organisasi yang belum menerapkan platformisasi menyatakan bahwa operasi keamanan mereka tidak dapat menangani banyaknya ancaman dan serangan secara efektif. 
  • 80% organisasi yang telah mengadopsi platformisasi mengatakan bahwa mereka memiliki visibilitas penuh terhadap potensi kerentanan dan ancaman. 
  • Bagi organisasi yang telah menerapkan platformisasi, rata-rata waktu deteksi (Mean Time to Detect – MTTD) dan waktu penyelesaian insiden (Mean Time to Contain – MTTC) lebih singkat, masing-masing sebesar 72 dan 84 hari. 

Memperkuat bisnis dengan platformisasi: mengoptimalkan transformasi digital 

Di era digital saat ini keamanan yang efektif membutuhkan platformisasi. Konsolidasi berbagai alat keamanan ke dalam satu platform tidak hanya memperkuat sistem keamanan tetapi juga memungkinkan organisasi memperoleh hingga 4 kali Return on Investment (ROI) yang lebih baik dari investasi keamanan siber mereka, yang berujung pada peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional. 

Dalam konteks AI, pendekatan berbasis platform juga memungkinkan organisasi untuk mengolah dan menganalisis data guna menghasilkan insight yang dapat ditindaklanjuti. Dengan 90% eksekutif yang disurvei berencana untuk meningkatkan, mengoptimalkan, atau berinovasi dengan AI dalam dua tahun ke depan, integrasi AI dalam platformisasi dapat berperan penting dalam meningkatkan kesiapan keamanan. Sebagai contoh, percepatan adopsi agentic AI untuk keamanan, penggunaan platformisasi untuk mengurangi siklus investasi, atau membangun tata kelola yang diperlukan guna mendukung kapabilitas AI di masa depan.

Dengan menerapkan platformisasi, perusahaan dapat menyelaraskan teknologi, mendorong inovasi, dan menjadikan keamanan sebagai prioritas utama bisnis. Kemitraan strategis antara IBM dan Palo Alto Networks menggabungkan platform keamanan terdepan, AI, dan kemampuan transformasi untuk membantu organisasi menavigasi perjalanan transformasi digital mereka dengan percaya diri, mencapai hasil yang diinginkan, dan menciptakan manfaat untuk bisnis yang signifikan.