Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan dampak yang bermakna melalui praktik bisnis berkelanjutan. Bagi perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia ini, sustainability bukan sekadar program pendukung, melainkan bagian dari upaya Melayani Sepenuh Hati untuk memberdayakan masyarakat dan generasi masa depan.

Komisaris Utama Telkomsel yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Menurut Diaz, sektor bisnis memiliki peran penting dalam mendorong penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah Telkomsel yang tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keberlanjutan meskipun tidak beroperasi di sektor ekstraktif.

“Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan,” ujar Diaz.

Keberlanjutan Jadi Bagian dari Strategi Pertumbuhan Perusahaan

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan bisnis akan kehilangan makna apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Telkomsel terus berinovasi agar kontribusi keberlanjutannya semakin luas dan memberikan dampak yang lebih berkualitas. “Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang,” kata Nugroho.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama strategi keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

Jaga Cita: Mendorong Inklusi Digital dan Pengembangan Talenta Indonesia

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan talenta digital Indonesia. Perusahaan terus memperluas akses konektivitas agar semakin banyak masyarakat dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Sepanjang tahun 2025, Telkomsel melayani sekitar 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Layanan tersebut didukung oleh lebih dari 293 ribu BTS yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau lebih dari 360 desa blank spot.

Tidak hanya menghadirkan konektivitas, Telkomsel juga aktif menjalankan berbagai program sosial berbasis digital yang telah menjangkau sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, hingga talenta muda di berbagai daerah.

Di sisi internal, perusahaan juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui penguatan keahlian strategis seperti Artificial Intelligence (AI), cybersecurity, dan data science guna mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.

Jaga Data: Perkuat Keamanan dan Perlindungan Informasi Pelanggan

Pada pilar Jaga Data, Telkomsel menempatkan keamanan dan kepercayaan pelanggan sebagai prioritas utama.

Perusahaan terus memperkuat tata kelola data melalui penerapan berbagai standar internasional, termasuk ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010. Standar tersebut menjadi landasan dalam menjaga keamanan informasi, perlindungan privasi data pelanggan, serta keandalan sistem digital yang digunakan perusahaan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan Telkomsel tetap aman, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan di tengah meningkatnya tantangan keamanan siber.

Jaga Bumi: Kurangi Jejak Karbon dan Perluas Penggunaan Energi Terbarukan

Sementara itu, melalui pilar Jaga Bumi, Telkomsel menjalankan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan operasional layanan.

Hingga tahun 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya (solar panel) dan mikrohidro. Selain itu, perusahaan juga memastikan 100 persen limbah elektronik dikelola melalui skema recycle, reuse, dan refurbish.

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui penggunaan 100 persen kemasan kartu SIM berbahan kertas ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya carbon offsetting, Telkomsel telah melakukan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang tahun 2025. Perusahaan juga terus memperkuat ketahanan aset fisik seperti BTS, Telkomsel Telecommunication Center (TTC), dan gedung operasional agar tetap mampu menghadapi risiko perubahan iklim yang dapat mengganggu layanan.

Dampak Keberlanjutan Dirasakan oleh Seluruh Ekosistem

Upaya keberlanjutan yang dijalankan Telkomsel tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi pemerintah, mitra bisnis, karyawan, hingga ekosistem digital yang tumbuh bersama perusahaan.

Sepanjang tahun 2025, Telkomsel mendistribusikan kembali sekitar 83 persen dari total pendapatannya kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok dalam rantai pasok, dan karyawan.

Kontribusi tersebut turut didukung oleh lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan mitra ini membantu menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Dukung Strategi GoZero dan Target Net Zero 2060

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Telkomsel ingin terus mendorong sinergi berbagai pihak untuk menciptakan dampak positif yang nyata bagi Indonesia sekaligus menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, seluruh inisiatif keberlanjutan yang dijalankan Telkomsel merupakan bagian dari implementasi strategi GoZero Telkom Group yang diterapkan secara terintegrasi di seluruh ekosistem perusahaan.

Ke depan, Telkomsel akan terus berkontribusi dalam mendukung target pengurangan emisi dan mewujudkan visi Net Zero Emissions 2060 yang telah dicanangkan oleh Telkom Group.

Melalui berbagai program yang dijalankan di bidang sosial, tata kelola data, dan lingkungan, Telkomsel menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan bumi.