ZOTAC Technology Pte. Limited merayakan perjalanan 20 tahunnya di industri komputasi melalui keynote spesial bertajuk “20 Years of Excellence” yang digelar dalam ajang COMPUTEX 2026.

Dalam acara tersebut, ZOTAC tidak hanya mengenang perjalanan panjangnya sejak 2006, tetapi juga memperkenalkan transformasi strategis dari produsen perangkat keras menjadi penyedia solusi komputasi AI menyeluruh.

Dua Dekade Perjalanan ZOTAC di Industri Komputasi

Ernest Siu, Director of Marketing ZOTAC dan PC Partner, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun ke-20 ini bukan sekadar pencapaian perusahaan, melainkan refleksi dari evolusi industri komputasi secara keseluruhan.

Menurutnya, sejak meluncurkan kartu grafis pertamanya pada tahun 2006, ZOTAC telah berkembang menjadi perusahaan yang mendukung berbagai kebutuhan komputasi modern, mulai dari AI inference di edge computing, agentic AI di pusat data, hingga pengalaman komputasi imersif berbasis platform NVIDIA.

Pencapaian penting lainnya diraih pada tahun 2025 ketika ZOTAC dan PC Partner resmi menjadi anggota tervalidasi dalam NVIDIA Partner Network (NPN) pada tiga kategori utama, yaitu Compute, Visualization, dan Embedded/AI Edge. Dengan status tersebut, ZOTAC menjadi salah satu dari sedikit mitra global yang mampu menghadirkan implementasi AI berbasis NVIDIA secara menyeluruh dari pusat data hingga edge.

ZOTAC Perkenalkan GPU Server Berbasis NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell

Dalam sesi yang dibawakan oleh Davy Lam selaku Head of Product GPU Server, ZOTAC memperkenalkan jajaran server AI kelas enterprise terbaru yang ditenagai GPU NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition.

6U 8-GPU Server System

Produk pertama adalah 6U 8-GPU Server System, sebuah server yang mampu menampung hingga delapan GPU full-length dalam platform dual Intel Xeon. Sistem ini mendukung memori DDR5 hingga 2TB dan dirancang untuk kebutuhan pelatihan AI (AI training), simulasi kompleks, serta inferensi AI berskala besar dengan rasio harga dan performa yang kompetitif.

4U MGX CX-8 8-GPU Server

ZOTAC juga menghadirkan 4U MGX CX-8 8-GPU Server yang menawarkan kemampuan delapan GPU dalam form factor yang lebih ringkas. Server ini dibekali chip jaringan NVIDIA CX-8 yang memungkinkan throughput tinggi, skalabilitas yang lebih baik, serta fleksibilitas implementasi di lingkungan enterprise maupun edge yang memiliki keterbatasan ruang.

Teaser 2U MGX VERA C2 Server

Selain dua produk tersebut, Davy Lam turut memberikan gambaran awal mengenai 2U MGX VERA C2 Server yang akan dibangun menggunakan platform data center generasi berikutnya dari NVIDIA. Server ini dirancang untuk mendukung agentic AI, deep reasoning, dan pembangunan AI factory berskala masif di masa depan.

Davy menegaskan bahwa ZOTAC kini memosisikan diri sebagai mitra utama bagi perusahaan yang ingin membangun AI factory lokal, digital twin, hingga aplikasi physical AI berbasis server PCIe.

ZBOX Mini PC Jadi Fondasi Ekosistem AI On-Premises

Pada sesi berikutnya, Jacky Huang selaku Product Director PC & Embedded Solutions memperkenalkan lini ZBOX Mini PC sebagai bagian dari ekosistem komputasi AI on-premises milik ZOTAC.

Sorotan utama datang dari seri ZOTAC ZBOX MAGNUS, lini mini PC flagship yang telah menggunakan GPU berbasis arsitektur NVIDIA Blackwell. Perangkat ini diklaim siap menjalankan berbagai model bahasa besar (LLM) dan aplikasi generative AI secara lokal tanpa ketergantungan pada layanan cloud.

Kemampuan tersebut menjadikan seri MAGNUS sebagai solusi menarik bagi pengguna profesional, pengembang AI, hingga perusahaan yang membutuhkan privasi data lebih tinggi melalui pemrosesan AI langsung di perangkat.

Solusi Embedded AI untuk Beragam Industri

Selain mini PC, ZOTAC juga menampilkan portofolio komputasi embedded yang dirancang untuk berbagai kebutuhan edge AI.

Perusahaan menawarkan solusi dengan performa mulai dari 40 AI TOPS hingga 2.000 AI TOPS, mencakup berbagai skenario penggunaan mulai dari perangkat berdaya rendah hingga sistem AI berperforma tinggi.

Portofolio tersebut memanfaatkan berbagai teknologi terdepan seperti:

  • NVIDIA RTX PRO Embedded GPU
  • NVIDIA Jetson Modules
  • Raspberry Pi Compute Modules
  • DeepX AI Solutions
  • Rockchip Embedded Platforms

Jacky Huang menjelaskan bahwa strategi ini memungkinkan ZOTAC menghadirkan solusi AI yang lengkap, mulai dari desktop melalui MAGNUS One Ultra, modul MXM untuk perangkat medis, hingga sistem edge berbasis Jetson yang digunakan di lapangan.

ZOTAC GAMING Siapkan GPU untuk Era AI yang Selalu Aktif

Perubahan pola penggunaan GPU di era AI juga menjadi fokus utama dalam presentasi Ming Chan, Senior Product Manager Graphics Cards.

Menurutnya, GPU saat ini tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan gaming dengan beban kerja sesaat. Kehadiran AI generatif dan AI agent membuat GPU semakin sering beroperasi secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut mendorong ZOTAC untuk merancang generasi kartu grafis masa depan yang lebih berfokus pada ketahanan, pendinginan berkelanjutan, dan keandalan operasional.

Teknologi Baru yang Sedang Dipersiapkan

Ming Chan mengungkapkan beberapa fitur yang berpotensi menjadi standar pada kartu grafis ZOTAC GAMING generasi mendatang, antara lain:

  • Sistem kipas modular untuk mempermudah perawatan dan penggantian.
  • Backplate modular yang lebih mudah diservis.
  • Struktur rangka dan bracket yang diperkuat untuk meningkatkan durabilitas.
  • Fitur keamanan daya seperti e-fuse protection.
  • Sistem monitoring daya yang lebih canggih untuk menjaga stabilitas operasional.

Menurutnya, GPU kini telah berevolusi menjadi mesin komputasi AI yang aktif sepanjang waktu, sehingga pendekatan desain perangkat keras juga harus ikut berubah.

ZOTAC Siap Menjadi Pemain Utama di Era AI

Melalui berbagai pengumuman di COMPUTEX 2026, ZOTAC menunjukkan ambisi besarnya untuk menjadi penyedia solusi AI yang mencakup seluruh spektrum kebutuhan komputasi, mulai dari data center, server AI, mini PC, hingga perangkat edge computing.

Dengan dukungan ekosistem NVIDIA yang semakin kuat dan status sebagai mitra NPN tervalidasi di tiga pilar AI utama, ZOTAC menegaskan bahwa masa depannya tidak lagi hanya berfokus pada kartu grafis, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur AI yang dapat digunakan di berbagai skala kebutuhan industri.