Hardwareholic – Kompetisi Mobile Legends: Bang Bang tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta resmi berakhir pada Minggu, 22 Juni 2025. Tim Semoga Hoki keluar sebagai juara setelah membalikkan keadaan secara dramatis di babak final melawan Cosmic Frogs.
Final yang menggunakan format best-of-seven berlangsung menegangkan. Semoga Hoki sempat tertinggal dua game awal dari tim lawan, namun menunjukkan mental juara dengan memenangkan empat game berikutnya secara beruntun. Hasil akhir 4-2 membawa Semoga Hoki mengangkat trofi juara tahun ini.
Turnamen ini diikuti oleh 65 tim dari berbagai SMA dan perguruan tinggi di wilayah Jawa dan Bali. Setelah melalui babak penyisihan online sejak Maret 2025 dan siaran streaming oleh panitia, 16 tim terbaik melaju ke playoff offline di kampus UTA’45 Jakarta. Babak semifinal mempertemukan empat tim terbaik: Semoga Hoki vs OverLord dan Cosmic Frogs vs UBL Rebel.
Dalam perebutan tempat ketiga yang berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025, UBL Rebel berhasil menundukkan OverLord dan mengamankan posisi sebagai juara tiga.

Susunan Pemain Tim Finalis
Tim juara, Semoga Hoki, merupakan gabungan siswa dari beberapa SMA di Jakarta:
- Teuku Muhammad Rayhan (SMA Cenderawasih 1 Jakarta)
- Hilal Ahmadinejad (SMAN 6 Jakarta)
- Muhammad Rayya Aditya Wijaya (SMAN 74 Jakarta)
- Muhammad Ramadhani (SMAN 68 Jakarta)
- Ahmad Khozim Nararya (MA Al Falah Klender)
Sedangkan Cosmic Frogs berisi pemain dari sekolah di berbagai kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, hingga Purwakarta:
- Jeren Jeremy Rondonuwu (SMAS Sandikta)
- Danang Setiawan (SMAN 6 Jakarta)
- Alfian Ramadhani (SMAN 1 Tarumajaya)
- M. Fahrie Akbar (SMAN 71 Jakarta)
- Rizky Alfafdilah (SMAN 1 Jatiluhur)
- Naufal Nur Adli Hidayat (SMAN 3 Purwakarta)
- Arkalandra Richardi Afdi (SMAN 103 Jakarta)


Total Hadiah dan Dukungan Institusi
Sebagai juara, tim Semoga Hoki berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta. Cosmic Frogs sebagai runner-up mendapatkan Rp3 juta, sedangkan UBL Rebel di posisi ketiga menerima Rp2,5 juta.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga wadah pencarian talenta muda berbakat di dunia esports. UTA’45 Jakarta menyatakan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk mendorong pengakuan esports sebagai bidang prestasi yang setara dengan olahraga lainnya, seperti sepak bola dan basket.
Acara ini juga menjadi sarana promosi kampus sekaligus langkah konkret untuk mendorong peran institusi pendidikan dalam mendukung pertumbuhan industri esports di tanah air. Dukungan dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) turut memperkuat legitimasi turnamen ini sebagai ajang resmi yang terstruktur dan profesional.

Ke depannya, UTA’45 berkomitmen untuk menjadikan kompetisi ini sebagai agenda tahunan dalam mendukung perkembangan ekosistem esports nasional, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya para pro player muda Indonesia.































