Hardwareholic – Perjalanan dari Pangkajene Sidenreng, sebuah kecamatan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menuju Bangkok bukan sekadar perpindahan lokasi bagi Mansur. Bagi Kepala SMP Negeri 2 Pangkajene Sidenreng itu, perjalanan ini menjadi penanda bahwa inovasi pembuatan agen AI (AI agent) di ruang kelas di daerah pun bisa menemukan tempatnya di panggung global.
Pada 24–26 Februari 2026, Mansur mewakili Indonesia dalam AI4Good Partner Expo di Bangkok, Thailand—sebuah forum yang mempertemukan pendidik, pemimpin teknologi, dan inovator dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan berdampak bagi masyarakat.
Mansur hadir bersama Arief Suseno, AI Skills Director di Microsoft, Rashvin Pal Singh CEO Biji-biji Initiative, dan Fabsya Farazzahra, Program Director (Indonesia) Biji-biji Initiative dalam kolaborasi lintas sektor yang mendorong pemanfaatan AI untuk dampak sosial. Di forum yang menjadi bagian dari Asia CELA Embassy ini, berbagai organisasi dari kawasan Asia mempresentasikan solusi nyata—mulai dari pendidikan inklusif untuk anak tunanetra di India hingga pemanfaatan AI untuk pemantauan bencana di kawasan perkotaan Thailand.
Dari Tantangan di Kelas, Lahir Sebuah Solusi
Dalam kesempatan tersebut, Mansur mempresentasikan MathMentorAI, sebuah agen AI yang dirancang untuk mendukung pembelajaran matematika di jenjang SMP. MathMentorAI merupakan tutor matematika digital 24 jam yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, hadir sebagai mitra belajar bagi siswa sekaligus asisten bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan relevan.
Inovasi ini berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi di lapangan. Banyak siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, guru membutuhkan waktu dan dukungan lebih untuk menyusun perangkat ajar yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan siswa yang beragam. Menjawab kebutuhan tersebut, MathMentorAI dikembangkan sebagai solusi yang interaktif, kontekstual, dan adaptif.

































