Dalam praktiknya, MathMentorAI membantu:
- Siswa dalam memahami konsep melalui penjelasan yang bertahap (scaffolding), latihan soal, pemecahan masalah secara step-by-step, hingga persiapan asesmen seperti ANBK/AKM
- Guru dalam menyusun ATP, modul ajar, LKPD, soal numerasi berbasis HOTS, serta rubrik asesmen formatif dan sumatif
Dengan pendekatan berbasis numerasi (mengacu pada prinsip PISA), konteks lokal Indonesia, serta pembelajaran berdiferensiasi sesuai Kurikulum Merdeka Fase D, MathMentorAI mendorong pengalaman belajar yang lebih personal, relevan, dan bermakna.
Pengembangan MathMentorAI juga tidak terlepas dari partisipasi Mansur dalam program Microsoft Elevate: AI for Educators melalui platform edukator.elevate.id. Melalui program ini, para guru tidak hanya dibekali keterampilan menggunakan AI, tetapi juga didorong untuk merancang dan membangun solusi berbasis AI (agen AI dengan Copilot studio) yang menjawab kebutuhan nyata di kelas. Dukungan ini memungkinkan Mansur untuk mengembangkan MathMentorAI dari sebuah ide menjadi solusi yang dapat langsung diterapkan dalam konteks pembelajaran.
Sejauh ini, program Microsoft Elevate: AI for Educators berupaya menjangkau 77.000 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Indonesia. Secara khusus, kontribusi Mansur tercermin melalui:
- 1.237 GTK yang berhasil dijangkau dan didampingi dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran
- Dampak langsung kepada 60 siswa yang telah merasakan manfaat penggunaan MathMentorAI dalam pembelajaran
Partisipasi Mansur dalam AI4Good Expo menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak harus selalu datang dari kota besar. Dengan dukungan teknologi dan ekosistem yang tepat, guru dari berbagai daerah dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi pembelajaran yang relevan dan berdampak.

“Pencapaian ini (merepresentasikan guru Indonesia di AI4Good Expo, Bangkok) saya persembahkan untuk seluruh pendidik Indonesia yang terus berinovasi,” ujar Mansur.
Melalui kehadirannya di Bangkok, Mansur tidak hanya membawa nama sekolahnya, tetapi juga semangat Kabupaten Sidrap dan Indonesia. Ia menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari ruang kelas, oleh guru yang terus belajar, beradaptasi, dan berani berinovasi.































